
Hidup adalah kehendak
Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini,
adalah kehendak juga.
( yong 090909 )

1991. Tahun ini aku meluncurkan album kompilasi BRC, dengan title “ SESIKA” dan hitnya “ Lueng Sialan “. Tahun ini adalah tahun paling heboh bagiku, karena aku memasuki kancah politik melalui Partai Demokrasi
Kenangan demi kenangan tertulis erat ditahun ini, semuanya menjadi inspirasi yang paling indah hingga kini. Saat ulang tahunku pada tanggal 30 Nopember 1991 aku rayakan di hotel Puri Bedulu di Singaraja. Malam itu aku ciptakan 2 lagu penuh kenangan Hitomi dan 30 11 91. Popularitasku ternyata semakin menanjak,dengan meluncurnya album khusus lagu lagu partai yang bertitle “ BANTENG BANTENG PERKASA”. Walau hujan batu menyerangku di Gitgit, walau satu pleton Brimob bersenjata lengkap menghadangku di Bangli, aku tetap maju bersama simpatisan Partai Demokrasi
…………….bersambung………………

Jangan bangga jadi orang
Jangan bangga jadi orang Jawa
Jangan bangga jadi orang
Jangan bangga jadi orang Amerika
Apalagi bangga jadi orang orangan
Jangan bangga jadi orang Hindu
Jangan bangga jadi orang Budha
Jangan bangga jadi orang Kristen
Jangan bangga jadi orang Muslim
Apalagi bangga jadi orang aring
Marilah kita bangga jadi manusia
Yang punya akal budi
Marilah kita bangga jadi manusia
Yang tidak saling menyakiti
1989. Inspirasi inspirasiku saat itu mengalir deras dan semakin deras. Segala sesuatunya dengan gampangnya kutuangkan bersama nada nada lagu, yang akhirnya terjual laris dipasaran. Di album Karmina III ini, lagu ciri ciri merupakan lagu paling luar biasa saat penciptaannya, dimana lagu tersebut aku ciptakan pagi hari saat bangun tidur , hanya dengan waktu 7 menit lagu itu selesai. Dan lagu tersebut adalah lagu terakhir aku ciptakan didalam album Karmina III dan langsung jadi title di album. Album ini semakin mencuatkan namaku karena didukung sejumlah lagu hit diantaranya : Yan Kalego, Ingetan Puncak Mangu, Ngipiang Tunangan ( new release ),Pedang Setan, Sengkala,Pasubaya.
1990. Meluncurlah album Karmina IV, dengan hitnya Raka & Rai, dimana lagu tersebut aku duet sama Alit Adiari,dan lagu Boya Ten Tresna aku duet dengan Eka Putri dan lagu Catetan Dibi Sande yang menjadi pemanis album ini membuat semangatku tetap menggebu melakuan tour show ke pelosok pulau Dewta walau terkadang aku bisa show 3 kali sehari.
…………….bersambung………………

1987. Aku pindah studio atas saran Produser Aneka Record juga, karena saat itu lagu Pop Bali pangsa pasarnya masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan kesenian tradisional seperti Drama Gong, Tari dan Tabuh. Akhirnya aku mencoba ke Maharani Record. Gak langsung jadi tapi setelah selesai rekaman 3 lagu aku ditolak.. nasib nasib ?!. Kandas sudah harapanku…….tapi kegiatan dari banjar kebanjar, dari desa kedesa jalan terus sebagai penyanyi kampunganlah istilahku he he he…. Dan entah mimpi apa aku semalam setelah 3 bulan penolakan berlalu, aku dipanggil kembali ke Maharani Record untuk menyelesaikan albumku , dan akhirnya meluncurlah albumku yang pertama berjudul “ Karmina “.
Di album tersebut ada 14 lagu : Karmina, Kejengitan Mangle, Lanang Wadon, Sagita Patah Hati, Aksi Luar Negeri, Ah Ah Nyak San, Nang Putu Benata Sanige, Tresnan Beli, Pecelengan, Alon Alon, Luh Anita, Ceketer, Toris ( New release)
Albumku berjalan lancar, dan kontrak kontrak show mulai berdatangan…………. artine
“ ba nekaang pipis bungute “ he he he …..
1988. Meluncurlah album “ Ngiler Ngiler “ yang mengubah segala galanya bagiku, mulai dari
Betul betul aku menikmati hari hariku saat itu, betul betul aku jadi goblok oleh duniaku. betul betul uang dan kesenangan dalam genggamanku.
…………….bersambung………………
Aku terjaga dari tidurku
Aku marah…
Aku menangis….
Aku mengumpat….
Aku telah kehilangan satu mimpiku
Mimpi yang paling aku suka…..
Oh Hyang Widhi….
Apa hanya karena namaku Wayan …
Impianku jadi seorang presiden sirna ?
Kukatakan kepadamu kawan
Kusampaikan kepadamu teman
Jangan lagi …….dan jangan lagi
Menggantung cita cita setinggi langit….
Kau keliru…..dan akan hilang harapan
Cukuplah cita citamu setinggi kepala
Biar gampang kau raba
Biar segera kau sadari….
Bahwa ayah kita bapa Nyoman
Dan ibu kita meme Made namanya
Hari demi hari gak terasa sudah cukup lama aku meniti jalan ini, jalan yang penuh kisah canda dan tawa, walau sekali waktu pernah membuatku menangis, menangis sejadi jadinya dan hampir membuatku gila, walaupun baru setengah gila.
1985. Ku awali karier nyanyiku melalui Aneka Record Tabanan, dengan Group 2S ( Sagita & Sayub ) dengan title Madu teken Tuba lagu hitnya “ “Toris”
/ Ibi sanja tiang nepukin toris, sing mebaju mererod ajak dadua, kulit barak mapeluh ngandong rangsel, rengas sengap kipak kipek minab maling./
Yen ya ngomong tiang tuara ngerti, payu kedek ningehang ya mekale, nyeluk kantong mesuang ya roko, lantas ngomong do you like semoking?/
Tiang kedek ingkel ingkel ngawagin tiang mesaut, bapake mobo kambing/
Toris bengong kedek nyeledet tiang, buin ngomong do you speak english, tiang ngaden tanjena ngidih pipis, tiang mesaut tiang ngidih pipise/
Itulah sebuah lyric lagu kalau saat ini aku dengar sangat konyol, membuat perasaanku geli.
1986. Aku susul dengan “ Ngipi Lucut “ ( Ngipiang Tunangan ) masih di produksi Aneka Record.
/ Sawatara ada jam dasa peteng, ujan bales tiang pules tur mengipi, ngipi mecanda saling rayu ngajak i adi tunangan tiang ne SMA /
Ketug ketug bayun tiang aduh ketug, patigrepe liman tiang sing ngoyong ngoyong, lantes sing inget tekening dosa yen kekene laksanan tiang ajak dadua/
Tunangan tiang anut adung ajakin kene keto manggutan, tusing ja bani tempal, aduh lega hatin tiang nebuka jani/
Tiang enten dapetang sampun semengan, kusap kusap tiang bangun kepupungan, bayune oon tiang bingung mangenehang celana belus lucut pesan/
Lyrik lagu tersebut cukup nakal, yang nantinya akan menjadi identitasku sendiri dialbum album selanjutnya.
…………….bersambung………………