1991. Tahun ini aku meluncurkan album kompilasi BRC, dengan title “ SESIKA” dan hitnya “ Lueng Sialan “. Tahun ini adalah tahun paling heboh bagiku, karena aku memasuki kancah politik melalui Partai Demokrasi Indonesia. Semua media menyoroti aku, banyak orang menghawatirkan karierku akan berakhir, karena PDI saat itu berada dibawah tekanan, yang artinya orang masih sangat takut diintimidasi oleh aparat saat itu. Inilah dunia baruku yang sangat menyenangkan, penuh tantangan. Suatu malam aku kedatangan aparat kelurahan Sesetan bersama anggota polisi saat tengah malam kerumahku di Br. Tegalwangi dan langsung mengusirku agar pergi dari wilayah itu, aku tak gentar toh juga akhirnya mereka hanya gertak sambal…hehehehe.
Kenangan demi kenangan tertulis erat ditahun ini, semuanya menjadi inspirasi yang paling indah hingga kini. Saat ulang tahunku pada tanggal 30 Nopember 1991 aku rayakan di hotel Puri Bedulu di Singaraja. Malam itu aku ciptakan 2 lagu penuh kenangan Hitomi dan 30 11 91. Popularitasku ternyata semakin menanjak,dengan meluncurnya album khusus lagu lagu partai yang bertitle “ BANTENG BANTENG PERKASA”. Walau hujan batumenyerangku di Gitgit, walau satu pleton Brimob bersenjata lengkap menghadangku di Bangli, aku tetap maju bersama simpatisan Partai Demokrasi Indonesia.
1989. Inspirasi inspirasiku saat itu mengalir deras dan semakin deras. Segala sesuatunya dengan gampangnya kutuangkan bersama nada nada lagu, yang akhirnya terjual laris dipasaran. Di albumKarmina III ini, lagu ciri ciri merupakan lagu paling luar biasa saat penciptaannya, dimana lagu tersebut aku ciptakan pagi hari saat bangun tidur , hanya dengan waktu 7 menit lagu itu selesai. Dan lagu tersebut adalah lagu terakhir aku ciptakan didalam album Karmina III dan langsung jadi title di album. Album ini semakin mencuatkan namaku karena didukung sejumlah lagu hit diantaranya : Yan Kalego, Ingetan Puncak Mangu, Ngipiang Tunangan ( new release ),Pedang Setan, Sengkala,Pasubaya.
1990. Meluncurlah album Karmina IV, dengan hitnya Raka & Rai, dimana lagu tersebut aku duet sama Alit Adiari,dan lagu Boya Ten Tresna aku duet dengan Eka Putri dan lagu Catetan Dibi Sande yang menjadi pemanis album ini membuat semangatku tetap menggebu melakuan tour show ke pelosok pulau Dewta walau terkadang aku bisa show 3 kali sehari.
1987. Aku pindah studio atas saran Produser Aneka Record juga, karena saat itu lagu Pop Bali pangsa pasarnya masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan kesenian tradisional seperti Drama Gong, Tari dan Tabuh. Akhirnya aku mencoba ke Maharani Record. Gak langsung jadi tapi setelah selesai rekaman 3 lagu aku ditolak.. nasib nasib ?!. Kandas sudah harapanku…….tapi kegiatan dari banjar kebanjar, dari desa kedesa jalan terus sebagai penyanyi kampunganlah istilahku he he he…. Dan entah mimpi apa aku semalam setelah 3 bulan penolakan berlalu, aku dipanggil kembali ke Maharani Record untuk menyelesaikan albumku , dan akhirnya meluncurlah albumku yang pertama berjudul “ Karmina “.
Di album tersebut ada 14 lagu : Karmina, Kejengitan Mangle, Lanang Wadon, Sagita Patah Hati, Aksi Luar Negeri, Ah Ah Nyak San, Nang Putu Benata Sanige, Tresnan Beli, Pecelengan, Alon Alon, Luh Anita, Ceketer, Toris ( New release)
Albumku berjalan lancar, dan kontrak kontrak show mulai berdatangan…………. artine
“ ba nekaang pipis bungute “ he he he …..
1988. Meluncurlah album “ Ngiler Ngiler “ yang mengubah segala galanya bagiku, mulai dari gaya hidup, tingkah laku, yang akhirnya membuat aku semakin memeteng. Album ini sangat laris, hingga membuat kelabakan pihak produser. Mungkin inilah satu satunya album didunia yang harus indent untuk memilikinya ( aneh ). Album ini pernah terjual tanpa Cover , dan album ini juga pernah terjual Kaset. Namaku melambung tinggi sekali, kemana mana orang penyapaku, dimana mana entah anak kecil, entah orang tua, entah laki laki ataupun perempuan semua mengatakan “ Jaja Kakne “ .
Betul betul aku menikmati hari hariku saat itu, betul betul aku jadi goblok oleh duniaku. betul betul uang dan kesenangan dalam genggamanku.
Aku terjaga dari tidurku Aku marah… Aku menangis…. Aku mengumpat…. Aku telah kehilangan satu mimpiku Mimpi yang paling aku suka….. Oh Hyang Widhi…. Apa hanya karena namaku Wayan … Impianku jadi seorang presiden sirna ?
Kukatakan kepadamu kawan Kusampaikan kepadamu teman Jangan lagi …….dan jangan lagi Menggantung cita cita setinggi langit…. Kau keliru…..dan akan hilang harapan Cukuplah cita citamu setinggi kepala Biar gampang kau raba Biar segera kau sadari…. Bahwa ayah kita bapa Nyoman Dan ibu kita meme Made namanya
Hari demi hari gak terasa sudah cukup lama aku meniti jalan ini, jalan yang penuh kisah canda dan tawa, walau sekali waktu pernah membuatku menangis, menangis sejadi jadinya dan hampir membuatku gila, walaupun baru setengah gila.
1985. Ku awali karier nyanyiku melalui Aneka Record Tabanan, dengan Group 2S ( Sagita & Sayub ) dengan title Madu teken Tuba lagu hitnya “ “Toris”
/ Ibi sanja tiang nepukin toris, sing mebaju mererod ajak dadua, kulit barak mapeluh ngandong rangsel, rengas sengap kipak kipek minab maling./
Yen ya ngomong tiang tuara ngerti, payu kedek ningehang ya mekale, nyeluk kantong mesuang ya roko, lantas ngomong do you like semoking?/
Saya lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga sederhana disebuah desa yang terpencil yang bernama desa Gesing dikota Singaraja dan didalam peta pulau Bali tidak kelihatan atau mungkin lupa menulisnya. Bapak saya I Ketut Narsa seorang Pegawai Negeri (guru) dan Ibu saya Ni Nyoman Lasti sebagai Ibu rumah tangga.
Cita cita saya sederhana yaitu hanya ingin jadi seorang sopir. Tapi kenyataannya saya tidak pernah menyangka jika akhirnya saya mendapat predikat Penyanyi Pop Bali generasi pertama, berdasarkan hasil seminar tanggal 30 Juli 1998 yang diprakarsai Fakultas Sastra Unud bekerjasama dengan sebuah Yayasan miliknya Bapak Ngurah Bagus.berkat bantuan Dewa Gede Palguna dan Bli Kadek Suardana